Sunday, July 15, 2018

Arab atau Islam ?



Arab
...
Kenapa ‘Arab’ mereka benci? Tanyakan kepada mereka yang katanya mencintai budaya pribumi. Orang pakai gamis dan sorban dicaci, kenapa bukan jas sepatu dan dasi? Cadar dan niqab dimaki, kenapa bukan hot pants, bikini, dan rok mini?
Kenapa pakaian ketat nyaris telanjang yg digemari? Kenapa rambut pirang dan baju berlubang yg mereka senangi?  Ada apa dengan kata-kata ana, ente, abi, dan ummi? Kenapa move on, valentine, lo, gue, bokap dan nyokap tak mereka kritisi? Padahal semuanya bukan kearifan lokal asli.
Kalau begitu katakan saja mampus buat orang mati. Katakan bangkai jangan al marhum bagi mereka yang anti. Dibungkus saja jangan dikafani. Ditimbun saja jangn dikubur bagi yang alergi. Dinyanyikan lagu saja mereka tanpa dishalati.
Ingatlah Bangsa Arab adalah bangsa Nabi. Arab adalah bahasa kitab suci. Bahasa Arab adalah bahasa penghuni surga nanti. Begitulah kata hadis riwayat Imam Thabrani dan Baihaqi. Nabi juga pernah mewanti-wanti, jika Arab hina makan Islam juga akan hina tak punya reputasi.
Rasulullah pernah berpesan kepada Salman Alfarisi. Dia bukan Arab tapi seorang sahabat Ajami dari Persi, ”Wahai Salman jangan sampai diriku kau benci, berarti agamamu telah kau pisahi”. “Wahai baginda, hal itu tidak akan terjadi, melaluimu hidayah ini kudapati”.
Nabi menimpali, “Jika Arab kau benci, berararti kepada diriku kau antipati.” Demikian isyarat hadis nabi dari Imam Tirmidzi.

Sebenarnya Arab atau Islam yang ingin mereka habisi?

Wednesday, April 11, 2018

KAROMAH KH KHOLILURROHMAN ATAU RA LILUR

KAROMAH KH KHOLILURROHMAN ATAU RA LILUR (1)

Seorang ulama dari Bangkalan, Jawa Timur. Ra Lilur dalam maqom jadab (suatu tahapan untuk mencapai tingkat karamah (keistimewaan) yang biasanya disebut wali, sebagian dari karamah beliau adalah :

1⃣ Membakar Pondok Pesantren

Suatu ketika Ra Lilur tiba-tiba membakar bangunan pondok pesantren yang diasuh KH. Abdullah Schaal Bangkalan Madura. Pesantren yang lokasinya berdekatan dengan masjid Jami’ dan alun-alun kota Bangkalan itu pun hangus dilalap api. Anehnya, Kiai Abdullah Schaal yang dikenal sangat berpengaruh di Bangkalan itu diam saja. Ia tak bereaksi, apalagi marah.

Mungkin Kiai Abdullah Schaal paham terhadap keistimewaan Ra Lilur sehingga ia lalu diam saja, meski pondoknya dibakar Ra Lilur. Yang pasti, kiai Abdullah Schaal sendiri tampak sangat hormat terhadap Ra Lilur sebab Ra Lilur memiliki keistimewaan kasyaf luar biasa. Bahkan kabarnya Ra Lilur sering memberi isyarat-isyarat kepada Kiai Abdullah terutama tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Biasanya, kalau menyangkut persoalan besar, Ra Lilur minta Kiai Abdullah Schaal hati-hati.

Setelah gubuk santri di pesantrennya dibakar, pesantren Kiai Abdullah Schaal semakin maju pesat. Bilik-bilik santri yang semula berupa gubuk-gubuk kini dibangun mentereng. Bahkan pesantren putri yang menyatu dengan tempat istirahat Kiai Schaal persis hotel. Bangunannya megah dan menjulang tinggi, penuh tingkat. Siapa pun yang tak pernah ke Madura akan mengira bangunan itu hotel, karena memang didesain cukup artistik.

Wallahu A’lam Bishshowab. Setelah kejadian Ra Lilur membakar pesantren itu kemudian terjadi peristiwa naas yang menimpa bangsa ini. Banyak terjadi aksi pembakaran di mana-mana, Aksi anarki pembakaran ini terjadi mengiringi konflik politik yang terus berkepanjangan di negeri ini. Misalnya pembakaran pertokoan, kantor-kantor partai politik, dan banyak lagi. Isyarat Ra Lilur itu kian kongkrit ketika terjadi pembakaran yang dilakukan orang-orang Dayak terhadap gubuk-gubuk orang Madura yang mengungsi dari Sampit dan Sambas.

2⃣ Gus Dur Diganti Megawati

Isyarat itu muncul sekitar akhir tahun 2000. Jadi jatuh sebelum Gus Dur benar-benar jatuh. Saat itu perilaku aneh Ra Lilur muncul secara tak terduga. Ia tiba-tiba selalu diikuti dan ditempel oleh istrinya (nyai) kemanapun pergi. Mau pergi kemanapun, ia terus dibuntuti oleh sang bu nyai.

Selain itu, Ra Lilur selalu tidur satu kamar dengan istrinya. Namun anehnya, Ra Lilur tidak tidur dalam satu tempat tidur (lencak, bahasa Madura, red). Ia tidur terpisah dengan istrinya, meski dalam satu kamar. Lebih aneh lagi, istrinya tidur diatas ranjang, sedangkan Ra Lilur malah selalu tidur di tanah (Ra Lilur tidur di bawah), sedang istri beliau di atas

Isyarat perilaku nyeleneh Ra Lilur itu terjawab sangat jelas. Indonesia akhirnya terjadi pergantian kepemimpinan, dari Presiden pria Gus Dur) ke Presiden wanita (Megawati). Isyarat ini masih bisa dirinci lagi dalam kontek kekeluargaan. Yaitu istri hakikatnya wakil atau pembantu suami dalam keluarga. Perilaku aneh itu merupakan isyarat pergantian kepemimpinan dari pria ke pemimpin wanita. Sayangnya, waktu itu tak ada yang tanggap terhadap isyarat yang terjadi lewat perilaku aneh Ra Lilur itu. atau karena masyarakat kurang peka atau karena isyarat aneh itu hanya diketahui kalangan terbatas. Yang pasti, isyarat itu cukup nyata dan jelas.

3⃣ Mengenakan Pakaian Serba Merah

Menjelang pemilu 1999, Ra Lilur tiba-tiba mengenakan pakaian serba merah. Bajunya berwarna merah. Begitu ikat kepalanya, berwarna merah. Lebih unik lagi, ia memakai sarung wanita yang juga berwarna merah pada menjelang Pemilu. Ternyata isyarat itu kemudian terbukti. PDIP yang warna kebesarannya merah menjadi pemenang Pemilu. Kalau Ra Lilur memakai pakaian serba merah semata ingin menunjukkan bahwa pemenang pemilu 1999 adalah PDIP. Ra Lilur berasal dari keluarga fanatik NU dan PKB. Bahkan semua anggota keluarganya pengurus dan warga PKB. Begitu juga keluarga ndalem Ra Lilur, baik dari haddam (pembantu) sampai keluarga intinya, pendukung berat PKB.

4⃣ Masuk Hutan Pada Bulan Puasa

Ra Lilur bersama banyak orang masuk hutan pada bulan puasa. Begitu tiba di dalam hutan ternyata adzan maghrib bergema. Orang-orang bingung. Sebab tak ada makanan sama sekali untuk buat buka. Ra Lilur mengisyaratkan agar tak resah. Tanpa diduga tiba-tiba terhampar tikar semacam permadani. Yang menakjubkan, di atas tikar itu tersedia berbagai macam makanan. Karuan saja orang-orang itu heran. Meski demikian mereka tetap saja lahap berbuka puasa.

5⃣ Menguasai Ilmu Kedokteran

Seorang dokter dari Malaysia bersama seseorang yang bertindak sebagai pengantar sengaja datang untuk menemui Ra Lilur. Dokter itu diajak Ra Lilur masuk ke dalam bilik rumahnya. Pembicaraan Ra Lilur dengan Dokter itu cukup lama, sekitar satu jam. Sehingga pengantar dokter itu mengaku capek menunggu di luar.

Menurut pengakuan sang dokter, Ra Lilur ternyata menguasai ilmu kedokteran secara luar biasa. Semua ilmu kedokteran dia pahami. Yang membuat si dokter kaget, Ra Lilur memberikan sebuah foto berukuran poscard dengan pakaian putih lengkap dengan stetoskop tergantung di leher. Sang dokter heran menerima foto Ra Lilur. “Kalau dipikir, kapan beliau berpose seperti itu,” katanya.

6⃣ Bersama Habib Dari Mojokerto

Habib Ali Zainal Abidin Bin Anis Al Muchdor (kelahiran Jember) pernah menyaksikan keajaiban Ra Lilur. Tiga tahun lalu, dirinya bersama istrinya, MN Hidayah, melanglang buana. Habib penasaran ingin bertemu Ra Lilur. Ketika sampai di kediaman Ra Lilur, Habib diterima ajudan Ra Lilur dan langsung mengutarakan maksud kedatangannya. Tak lama kemudian, ajudan Ra Lilur mengatakan “Kiai tidak bisa menemuinya sekarang”, kata ajudan.

Habib semakin penasaran. Namun Habib tak langsung pergi begitu saja. Sambil merenung bagaimana caranya bertemu Ra Lilur. Habib kemudian pergi ke sebelah samping rumah Ra Lilur. Saat berjalan di bawah rimbun bambu, Habib teringat pesan salah satu gurunya untuk membaca Al-Fatihah di tujukan kepada Nabi Muhammad SAW, para wali, dan Syaikhona Kholil Bangkalan. Habib itu kemudian mengamalkan perintah tersebut di tutup dengan permintaan saya, kalau kamu Ra Lilur memang cucu Kiai Kholil, keluarlah, kata Habib.

Masyaallah. Tiba-tiba pundak Habib ada yang menepuk, Karuan saja Habib terkejut dan menoleh, ternyata Ra Lilur. Ra Lilur berkata, ” Sudah lama kita tak bertemu. Kamu yang saya tunggu beberapa hari ini.” Habib Ali semakin tak percaya bahwa dirinya merasa tak pernah bertemu dengan Ra Lilur.

Setelah itu Ra Lilur mengajak Habib duduk di atas gubug di tengah sawah. Saat itu mereka ditemani salah satu ajudan Ra Lilur. Tiba-tiba Ra Lilur berkata “Silakan susunya diminum.” Padahal tak ada pelayan yang mengantarkan. Ajudan yang tadi menemani juga tak beranjak pergi.

7⃣ Nelayan dan Jaringnya

Seorang nelayan di Kecamatan Sepulu sontak kaget. Karena jaring dia tebar di tengah laut tiba-tiba terasa berat ketika diangkat. Nelayan tersebut Harap-harap cemas menarik jaringnya. Dalam pikirannya, ini pasti ikan besar. Begitu jaring itu berhasil diangkat ke atas. Nelayan itu kaget dan tertegun, Masyaallah, ternyata bukan ikan, melainkan tubuh Ra Lilur yang sedang membujur. Kontan nelayan itu menceburkan kembali tubuh Ra Lilur ke laut.

Nelayan menduga, jangan-jangan Ra Lilur telah meninggal karena tenggelam di laut. Tapi dugaan nelayan itu meleset. Karena Ra Lilur sehat wal-afiat, tubuhnya tetap segar bugar sampai kini.

Menyaksikan kenyataan itu, nelayan semakin percaya bahwa Ra Lilur itu waliyullah (kekasih Allah Swt). Sejak peristiwa itu hasil tangkapan nelayan tersebut langsung melimpah. Setiap kali turun melaut, hasil tangkapannya lebih banyak dari pada nelayan lainnya. Nelayan pun yakin bahwa dirinya telah mendapat barokah. Yakni terus bertambahnya kebaikan. Bukankah orang menyebut barakah sebagai zidayatul khoir (semakin bertambahnya kebaikan).

8⃣ Obat Maag Dan Puyer

Salah seorang warga pernah sakit tak komplikasi penyakit dalam stadium akut. Bahkan sang pasien sudah hampir satu bulan opname di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Karena terapi penyembuhan kedokteran tak ada perkembangan mengembirakan. Salah seorang anggota keluarga pasien memutuskan untuk minta barokah La Lilur. "Kiai memberikan obat maaq dan obat puyer sakit kepala, setelah diminum Alhamdulillah sembuh," tegas Salim, saudara si pasien menjelaskan.

9⃣ Pil Mencret Atau Murus

Seorang penduduk desa terpencil sedih karena kehilangan sapi. yang merupakan satu-satunya harta paling berharga bagi keluarganya. Karena ingin sapinya kembali, dia sowan ke kediaman Ra Lilur untuk minta barokah agar sapinya bisa kembali lagi. Ra Lilur langsung menemui tamunya tersebut itu.

Padahal, tamu yang silaturrahmi ke Ra Lilur, biasanya baru bisa ketemu minimal setelah tiga kali silaaturrahmi. Tapi, kali ini aneh. Ra Lilur malah dengan senang hati membantu orang yang malang itu.

Warga yang kehilangan seekor sapi itu diberi pil mencret atau murus. Tentu saja orang itu bingung dan dongkol. Sebelum pulang pil itu tetap diminum sesuai petunjuk Ra Lilur. Meski demikian ia tetap saja pikirannya tak bisa menerima.

Di tengah perjalanan menuju rumahnya, tiba-tiba perutnya mules. Orang malang tersebut pergi ke sungai untuk membuang hajat.

Ajaib, orang itu melihat beberapa ekor sapi ditambatkan di semak-semak di sekitar sungai itu. Ketika diperiksa, salah satu sapi yang ditambatkan itu adalah miliknya. Ia girang bukan main. Namun di balik kegirangan itu ia juga merasa berdosa. Orang itu menyesal karena hatinya sempat dongkol pada Ra Lilur ketika diberi obat murus.

🔟 Pengusaha Besi Kapok Datang

Seorang pengusaha besi tua bernama H. Hasan yang tinggal di Cililitan Jakarta silaturrahmi ke rumah Ra Lilur. Pengusaha itu disambut ajudan sekaligus dihadapkan kepada Ra Lilur. Hasan lantas menceritakan masalahnya. Ra Lilur mendengar semua cerita Hasan. Namun yang membuat Hasan tak habis pikir, ketika hendak pulang, ia diberi obat sakit kepala Paramex.

Dengan diliputi tanda tanya, Hasan pulang ke rumahnya di Jakarta naik bus, dalam perjalanan H Hasan terus berpikir mau diapakan obat ini. Kenapa pula kiai memberi saya ini, gumam Hasan dalam hatinya.

Seminggu kemudian, H. Hasan ternyata tertimpa musibah. Usahanya rugi Rp 100 juta. Isyarat Ra Lilur itu terjawab, “Rupanya itu maksud kiai memberi obat,” kata Hasan tersenyum kecut. Sebulan kemudian, H. Hasan mendapat kabar dari saudaranya di Tanah Merah, Madura bahwa abahnya (ayah, red) terbaring sakit keras di atas pembaringan. Hasan pun bergegas pergi menemui abahnya.

Hasan lantas menemui guru abahnya, yaitu Habib Sholeh Tanggul, Jember. Habib Sholeh Tanggul meminta H. Hasan membawa tasbih. Tasbih itu, selain untuk wirid juga sangat manjur untuk mengobati orang sakit. Sesuai dengan pesan guru, tasbih itu dicelupkan ke dalam segelas air. Selanjutnya, air bekas celupan itu diminumkan kepada orang yang sakit. Semula, penyakit itu memang berkurang. Badan abahnya sedikit enakan. Tapi itu tidak berlangsung lama. Beberapa waktu kemudian, bapaknya kembali jatuh sakit. H. Hasan pun segera beranjak pergi meminta do’a kepada Ra Lilur. Yang tak membuat H. Hasan heran lagi, ketika Ra Lilur, memberinya kapas, berikut minyak telon. Itu diberikan ketika H. Hasan hendak pulang.

Seperti sebelumnya, dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya di Tanah Merah, hati H. Hasan, diliputi tanda tanya yang hebat. Begitu tiba di rumah abahnya, ia mendapati banyak orang menangisi kepergian orang tua lelakinya itu. Rupanya, kapas dan minyak telon itu, sebagai perlambang bahwa penyakit orang tuanya tak dapat disembuhkan. Akhirnya H. Hasan pengusaha besi tua tersebut kapok bertemu Ra Lilur lagi.

Tuesday, March 6, 2018

E-Maal Dalam Sorotan | toko BASMALAH





Kemajuan
elektronik pada masa melenium ini, menyebabkan transaksi masyarakat semakin
mudah, seperti saat ini, mereka sudah bisa membeli barang yang diinginkan dengan cukup
membuka internet dan bisa langsung membelinya. Selain itu, saat ini sudah banyak para
pembeli membayar barang belanjaan, hanya dengan kartu yang ia miliki, yang memang
sudang terisi sejumlah uang. Hal ini sekarang juga mulai dilakukan oleh Kopontren (Koperasi
Pondok Pesantren) Sidogiri, dengan mengeluarkan kartu yang diberi nama e-maal. Kartu ini
bisa digunakan untuk transaksi jual beli di kopontren atau untuk menabung dan mentransfer
layaknya kartu ATM umumnya. Dalam pelaksanaanya untuk bisa memiliki kartu ini,
kopontren menjual kartu tersebut dengan harga 10 rb. Setelah itu, pihak pembeli kartu
memberikan uang lain pada pihak kapontren yang nanti akan menjadi saldo. Dalam
pemberian uang ini pihak kapontren menganggap akad qord. Dalam penggunaanya ada
beberapa aturan yang telah ditentukan seperti jika mengambil uang muka dikenakan biaya 2 ribu rupiah disetiap pengambilan, serta pengambilan paling sedikit adalah 10 ribu rupiah.

Pertanyaan :
Bagaimanakah pandangan fikih tentang transaksi menggunakan e-maal?
Jawaban :
akad yang terjadi antara pemilik e-maal dan petugas e-maal adalah qordhu
(hutang). Sedangkan akad yang terjadi antara pengguna e-maal dengan petugas kopontren dalam penjualan barang-barang kopontren adalah istibdal. Adapun transfer uang dari sesama pemilik kartu e-maal atau pengiriman uang dari wali santri ke santri untuk membayar
keperluan pondok adalah akad hiwalah atau wakalah.


تحفة المحتاج بشرح المنهاج (9/43
(فصل في القرض) يطلق اسما بمعنى المقرض ومصدرا بمعنى اإلقراض ولشبهه بالسلم في الضابط اآلتي جعله ملحقا به فترجم له بفصل بل هو نوع منه إذ كل منهما يسمى سلفا (اإلقراض) الذي هو تمليك الشيء برد بدله (مندوب) إليه ولشهرة هذا أو تضمينه لمستحب حذفه فهو من السنن األكيدة لآليات الكثيرة واألحاديث الشهيرة

تحفة المحتاج بشرح المنهاج (9/34
(ويجوز إقراض) كل (ما يسلم فيه) أي في نوعه فال يرد امتناع السلم في المعين وجواز قرضه كالذي في الذمة فلو قال أقرضتك ألفا وقبل وتفرقا ثم أعطاه ألفا جاز إن قرب الفصل عرفا وإال فال وإن نازع فيه السبكي. ويجوز قرض كف من نحو دراهم ليتبين قدرها بعد ويرد مثلها وال أثر للجهل بها حالة العقد. وقضية ال ضابط حل إقراض النقد المغشوش وهو ما اعتمده جمع متأخرون خالفا للروياني، ألنه مثلي تجوز المعاملة به في الذمة وإن جهل قدر غشه لكن في غير الربا لضيقه كما مر بسطه في البيع فتقييد السبكي وغيره ما هنا بما عرف قدر غشه مردود، ولو رد من نوعه أحسن أو أزيد وجب قوله وإال جاز وال نرر للمماثلة السابقة في الربا لضيقه والمسامحة في القرض ألنه إرفاق ومزيد إحسان فإن اختلف النوع كان استبداال فتجب المماثلة والقبض كما مر في االستبدال وفي الروضة هنا عن القاضي منع قرض المنفعة المتناع السلم فيها وفيها كأصلها في اإلجارة جوازهما وجمع ا إلسنوي وغيره أخذا من كالمهما بحمل المنع على منفعة محل معين والحل على منفعة في الذمة وهي منفعة غير العقار
كما مر أوائل السلم. -الى ان قال -(وما ال يسلم فيه) أي في نوعه (ال يجوز إقراضه في األصح)، ألن ما ال ينضبط أو يعز وجوده يتعذر أو يتعسر رد مثله إذ الواجب في المتقوم رد مثله صورة نعم يجوز قرض الخبز والعجين، ولو خميرا حامضا للحاجة والمسامحة ويرده وزنا. قال في الكافي أو عددا وفهم اشتراطه الجمع بينهما بعيد وجزء شائع من دار لم يزد على النصف ألن له حينئذ مثال ال الروبة على األوجه وهي خميرة لبن حامض تلقى على اللبن ليروب الختالف حموضتها المقصودة وعلم من الضابط أن القرض ال بد أن يكون معلوم القدر أي، ولو مآال لئال \ يرد ما مر في نحو كف الدراهم وذلك ليرد مثله أو صورته

تحفة المحتاج بشرح المنهاج (04/344
(والجديد جواز االستبدال) في غير ربوي بيع بمثله من جنسه لتفو يته ما شرط فيه من قبض ما وقع العقد به ولهذا امتنع اإلبراء منه، وما أوهمه كالم ابن الرفعة من جوازه فيه غلطه فيه األذرعي (عن الثمن) النقد، أو غيره الثابت في الذمة، ولو قبل قبض المبيع لكن بعد لزوم العقد ال قبله للحديث الصحيح فيه وقيس بما فيه غيره وكالثمن كل د ين مضمون بعقد كأجرة وصداق وعوض خلع وفارقت المثمن بأنه تقصد عينه، ونحو الثمن تقصد ماليته، وال يصح هنا، وفيما يأتي استبدال مؤجل عن حال، ويصح عكسه، وكان صاحب المؤجل عجله فعلم جواز االستبدال بدين حال ملتزم اآلن ال بدين ثابت له قبل، وإال كان بيع دين بدين، وشرط االستبدال لفظ يدل عليه صريحا أي: أو كناية مع النية كأخذته عنه، والثمن النقد إن وجد في أحد الطرفين وإال فما اتصلت به الباء وإال من مقابله نعم األوجه ما لو باع قنة مثال بدراهم سلما أنه ال يصح االستبدال عنها، وإن كانت ثمنا، ألنها في الحقيقة مسلم فيها فليقيد ب ذلك إطالقهم صحة االستبدال عن الثمن (فإن استبدل موافقا في علة الربا للبدل (في العقد) أي: ) كدراهم عن دنانير اشترط قبض البدل في المجلس) حذرا من الربا (واألصح) أنه (ال يشترط التعيين عقد االستبدال بأن يقول هذا لجواز الصرف عما في الذمة (وكذا) ال يشترط (القبض في المجلس إن استبدل ماال يوافق في للربا (كثوب عن دراهم) إذ ال ربا لكن يشترط تعيين الثوب في المجلس قيل كان ينبغي أن يقول كطعام عن دراهم، ) العلة ألن الثوب غير ربوي فال يصح أن يقال: إنه ال يوافق الدراهم في علة الربا ا ه وليس بسديد إلطالقهم على كل من ثوب، أو طعام بدراهم أنهما مما لم يتوافقا في علة الربا وكأنه غفل عما هو مشهور وأن السالبة تصدق بنفي الموضوع (ولو استبدل عن القرض) أي: دينه ال نفسه خالفا لمن زعمه، ألن المقترض ملكها، وإن جاز للمقرض الرجوع فيها ويلزم من ملكه لها و) عن (قيمة) يعني بدل (المتلف) من قيمة ( كذلك ثبوت بدلها في ذمته فلم يقع االستبدال إال عن دين القرض دون عينه المتقوم، ومثل المثلي، وبدل غيرهما كالنقد في الحكومة حيث وجب (جاز) حيث ال ربا فال تضر زيادة تبرع بها المؤدي بأن لم يجعلها في مقابلة شيء وذلك الستقراره ويكفي هنا العلم بالقدر، ولو بإخبار المال ك أخذا مما قالوه في مسألة الكيس اآلتية، ألن القصد اإلسقاط ال حقيقة المعاوضة فاشتراط بعضهم نحو الوزن عند قضاء القرض، وإن علم قدره غير صحيح (وفي اشتراط قبضه) تارة وتعيينه أخرى (في المجلس ما سبق) من أنهما إن توافقا في علة الربا اشترط قبضه، وإال اشترط تعيينه، قال السبكي: وكونه حاال، ورده األذرعي بأن بدل هذين ال يكون إال حاال، وأجيب بأن مراده أنه ال يجوز أن يستبدل عنهما مؤجال


تحفة المحتاج بشرح المنهاج (9/202
وشرعا عقد يقتضي تحول دين من ذمة إلى ذمة وقد يطلق على هذا االنتقال نفسه وأصلها قبل اإلجماع خبر الشيخين {مطل الغني ظلم وإذا أتبع أحدكم على مليء أي بالهمز فليتبع} أي بتشديد التاء أو سكونها وتفسره رواية البيهقي {وإذا أحيل أحدكم على مليء فليحتل ويؤخذ منه} أن الرل كبيرة ألنه جعله ظلما فهو كالغصب فيفسق بمرة منه قاله السبكي مخالفا للمصنف في اشتراطه تكرره نقال عن مقتضى مذهبنا وأيده غيره بتفسير األزهري للمطل بأنه إطالة المدافعة أي فالمرة ال تسمى مطال ويخدشه حكاية المصنف اختالف المالكية هل يفسق بمرة منه أو ال فاقتضى اتفاقهم على أنه اليشترط في تسميته مطال تكرره وإال لم يتأت اختالفهم وقد يؤيد هذا تفسير القاموس له بأنه التسويف بالدين وبه يتأيد ماقالهالسبكي وصراحة ما في الحديث في الحوالة ألنه رديفها واألصح أنها بيع دين بدين جوز للحاجة ألن كال ملك بها ما لم يملكه قبل فكان المحيل باعالمحتال ما له في ذمة المحال عليه بما للمحتال في ذمته أي الغالب عليها ذلك وقضية كونها بيعا صحة اإلقالة فيها وبه أفتى البلقيني أخذا من كالم الخوارزمي ورد بتصريح الرافعي أول الفلس في أثناء تعليل بامتناعها فيها وقضيته أيضا أنه ال بد من إسنادها لجملة المخاطب نرير ما مر في البيع وإن كانت لمحجوره مثال كأحلتك لبنتك على ذمتك بما وجب لها علي فيما إذا طلقها
على مبلغ في ذمته بخالف أحلت ابنتك بكذا إلى آخره كبعت موكلك وشرط في صحة الحوالة على أبيها أو غيره أن يكون لها مصلحة في ذلك ومنها أن يعلم منه أنه يصرف عليها من لزمه لها بالحوالة


تحفة المحتاج بشرح المنهاج (9/203
و) شرطها وجود الدينين المحال به وعليه فحينئذ (ال تصح) ممن ال دين عليه وال (على من ال دين عليه) وإن رضي (لعدم االعتياض بناء على أنها بيع (وقيل تصح برضاه) بناء على الضعيف أنها استيفاء (وتصح بالدين الالزم وعليه) وإن اختلف سبب وجوبهما ككون أحدهما ثمنا واآلخر أجرة وأراد بالالزم ما يشمل اآليل للزوم بدليل قوله اآلتي وبالثمن في مدة الخيار دعوى أنه إنما حذفه لئال يشمل حوالة السيد على مكاتبه بالنجوم أو عكسه ال يحتاج إليها ألنه سيصرح بحكمهما وزعم أن مال الكتابة ال يلزم بحال فاسد إال إن أريد من جهة العبد وال بد مع كونه الزما وهو ما ال يدخله خيار من كونه مستقرا وهو ما يجوز االستبدال عنه فال تصح بدين سلم أو نحو جعالة وال عليه ال ما ال يتطرق
إليه انفساخ بتلف أو تعذر لصحتها باألجرة قبل مضي المدة وبالصداق قبل الدخول أو الموت وبالثمن قبل قبض المبيع ونقل جمع عن المتولي واعتمدوه عدم صحتها بدين الزكاة و كذا عليه إن قلنا بيع وهو متجه المتناع االعتياض عنها في الجملة خالفا لمن جوز حوالة الساعي على المالك به ألن الحوالة بيع والساعي له بيع مال الزكاة وأما الزكاة فنقال عن المتولي امتناع حوالة المالك للساعي بها إن قلنا بيع وهو متجه أيضا وإن نازع فيه شارح بأنها مع تعلقها بالعين تتعلق بالذمة ألن تعلقها بالذمة أمر ضعيف ال يلتفت إليه مع وجود العين كيف والمستحق ملك جزء منها وصار شريكا للمالك به فالوجه عدم صحة الحوالة بها وعليها لذلك، ثم وصف الدين ولم يبال بالفاصل ألنه غير أجنبي بقوله (المثلي) كالنقد والحبوب وقيل ال تصح إال باألثمان خاصة (وكذا المتقوم) بكسر الواو (في األصح) لثبوته في الذمة ولزومه (و) تصح (بالثمن في مدة الخيار) بأن يحيل المشتري البائع على ثالث (وعليه) بأن يحيل البائع إنسانا على المشتري (في األصح) ألنه آيل إلى اللزوم بنفسه إذ هو األصل في البيع وتصح فيما ذكر وإن لم ينتقل عن ملك المشتري إذا تخيرا أو البائع ألنالحوالة متضمنة لإلجازة من البائع ولتوسعهم هنا في بيع الدين بالدين فال يشكل بإبطالهم بيع البائع الثمن المعين في زمن خياره وفي الثانية يبقى خيار المشتري كما رجحه ابن المقري وعليه فلو فسخ بطلت الحوالة ليما رجحه أيضا ويعارضه عموم ما يأتي أن الحوالة على الثمن ال تبطل بالفسخ وله أن يوجه استثناء هذا بأن الحوالة هنا ضعيفة بقوة الخالف فيها ويتزلزل العقد مع الخيار فلم تقوهنا على بقائها مع الفسخ

(8/290 مغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج
كتاب الوكالة هي بفتح الواو وكسرها لغة : التفويض ، يقال وكل أمره إلى فالن : فوضه إليه واكتفى به ومنه توكلت على اهلل .وشرعا : تفويض شخص ما له فعله مما يقبل النيابة إلى غيره ليفعله في حياته واألصل فيها من الكتاب قوله تعالى : {فابعثوا أحدكم بورقكم هذه } وقوله : { اذهبوا بقميصي هذا : {فابعثوا حكما من أهله وحكما من أهلها } وأما قوله تعالى} فهذا شرع من قبلنا ، والصحيح أنه ليس بشرع لنا ، وإن ورد في شرعنا ما يقرره ، ومن السنة أحاديث كثيرة : منها خبر} الصحيحين { أنه صلى اهلل عليه وسلم بعث السعاة ألخذ الزكاة

) المجموع شرح المهذب شجرة العناوين (03/049

فصل) واليملك الوكيل من التصرف إال ما يقتضيه اذن الموكل من جهة النطق أو من جهة العرف الن تصرفه باالذن فال يملك اال ما يقتضيه االذن واالذن يعرف بالنطق وبالعرف فان تناول االذن تصرفين
310

)(8/مغني المحتاج إلى معرفة ألفاظ المنهاج
(وسائر العقود ) كالضمان والصلح واإلبراء (ويصح ) التوكيل ( في طرفي بيع وهبة وسلم ورهن ونكاح وطالق ) منجز وأما الباقي والشركة والحوالة والوكالة واإلجارة والقراض والمساقاة واألخذ بالشفعة .أما النكاح والشراء فبالنص فبالقياس ( والفسوخ ) المتراخية كاإليداع والوقف والوصية والجعالة والضمان والشركة والفسخ بخيار المجلس والشرط ،ويستثنى من التوكيل في الفسوخ التوكيل في فسخ نكاح الزوائد على أربع فإنه ال يجوز كما مر .أما الفسخ الذي على الفور فينرر فيه إن حصل عذر ال يعد به مقصرا بالتوكيل فكذلك وإال فال يصح التوكيل فيه للتقصير .قال في المطلب : وصيغة الضمان والحوالة والوصية بالوكالة : جعلت موكلي ضامنا لك كذا ، أو أحلتك بما لك على موكلي من كذا بنريره مما له على فالن أو موصيا لك بكذ






Monday, July 24, 2017

SURAT DARI PEJUANG HAMAS PALESTINA DI GAZA UNTUK INDONESIA



SURAT DARI PEJUANG HAMAS PALESTINA DI GAZA UNTUK INDONESIA

Mengapa saya memilih mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia? Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, mungkin satu – satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di atas bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, ia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengataka kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung,itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam 1 musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Waaah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia, pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa kami tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negeri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian.
Pasti ibu – ibu disana amat mudah menyusui bayi – bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko – toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalindi rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku., tidak seperti di negeri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, saudaraku!

Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi – bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negeri kalian katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit – parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di televisi.
Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus arbosinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu?

Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa. Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi – bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan – selokan atau got – got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket Israel! Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing – puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudraku, bagi kami nilai seorang bayi adaalh aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara – saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 orang diantaranya adalah anak – anak kami. Namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki – laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia, negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? apa negeri kalian di blokade juga?

Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencangkupkan rizki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya mereka menikah di sela – sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku. Dan perdana menteri kami Ust. Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai saudaraku di Indonesia, terkadang sayapun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negeri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin kalian yang telah baca. Dan banyak buku – buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami. Kami disini sangat menanti- nantikan saat halaqah tersebut walau hanya 1 jam. Tentu kalian bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun – rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum dan takaful disana.
Hafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang hamas disini wajib mmenghafal Surah Al – Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela – sela wkatu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?

Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan 1 diantara 100 anak yang tahun ini menghafal Al – Qur’an dan umurnya baru 10 tahun.

Saya yakin anak – anak kalian jauh lebih cepat menghafal Al-Qur’an ketimbang anak – anak kami disini. Di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak – anak belajar diantara puing – puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah di ratakan, di atasnya diberi beberapa helai daun kurma.

Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi setoran hafalan Qur’an mereka bergemuruh diantara bunyi – bunyi senapan tentara Israel. Ayat – ayat jihad paling cepat mereka hafal. Karena memang di depan mereka tafsirnya, langsung mereka rasakan. Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo – demo kalian. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disinim termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan, saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Do’a – do’a dan dana telah kami rasakan manfaatnya.

Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi.

Salam untuk semua pejuang –pejuang Islam, ulama – ulama dan calon Mujahidin – mujahidin kalian.

*Abdullah Gaza
Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seorang bernama Abdullah Al-Ghaza yang mengaku dari Gaza city-Jalur Gaza melalui surat elektronik dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami.

SANGAT BERMANFAAT DAN MENGINSPIRASI #BAGIKAN

_ KUNJUNGI terus page Indahnya Hidup Bersama Dakwah LIKE pagenya, BACA status2nya dan SHARE-kan _
Dari fb muhamad nur ifansyah.

Friday, December 9, 2016

KH.ABD.HAMID BIN ABDULLOH UMAR

Ajaran Kyai Hamid Pasuruan
Tentang Tawassul dan Tabarruk

Kisah tentang Kyai Hamid ini saya dengar langsung dari Kyai Masyhudi Sanan Kulon Blitar sekitar tahun 2007-2008 sebelum beliau wafat. Santri Kyai Baidlowi Lasem yang merupakan paman Kyai Hamid ini bercerita kepada saya waktu saya sowan ke ndalem beliau.

“Awakmu takono abahmu (mertua; KH. Idris Hamid), opo tau Kyai Hamid nang Baghdad”

“Lha kok ngaten Yai?” jawab saya

“Iyo, sebab awal tahun 80 an, aku pas lungo haji, ndek masjidil haram pas sholat Jumat aku sandingan karo Syekh Hassan teko Baghdad. Deweke terus ngajak kenalan, yo mesthi nganggo boso Arab, takon jenengku lan asalku. Yo tak jawab ..

“Ana min Jawa Syarqiyah” (saya dari Jawa Timur). Lha kok beliau langsung takon:

“Halla ta’lam Syaikh Abdal Hamid min Basuruan?” (apa kamu mengenal Kyai Hamid dari Pasuruan)” Yo tak jawab

“Thob’an, huwas syaikhuna al masyhur li ‘ilmih” (Tentu, beliau adalah guru kami yang terkenal karena kealimannya).

“Lajeng Yai, kok saget Syekh Hasan beliau kenal Romo Kyai Hamid?” Tanya saya

“Yo akhire deweke tak takoni lan crito karo, yen saben haule Syekh Abdul Qodir al-Jailani ning Baghdad, Kyai Hamid mesthi rawuh lan nginep ning ndaleme syekh Hassan kuwi. Iku saben tahun lho ngendikane..”.

Saya pun makin khusyuk mendengarkan lanjutan cerita Kyai Masyhudi..

“Bar sholat Jumat sak durunge pisah, syekh Hassan langsung dawuh “Sallim lis syaikh Abdil Hamid, wa qul ana fintidzorih ‘amal muqbil” (Sampaikan salam saya kepada Kyai Hamid, saya tunggu beliau di rumah saya tahun depan).

“Lajeng Yai?” saya bertanya penasaran..

“Bar muleh haji oleh pirang dino ngunu, aku langsung sowan Kyai Hamid nyang Pasuruan. Lha ndilalah pas nyampe ning ngarepe ndalem, Kyai Hamid koyo wis nunggu aku lan langsung manggil ngunu. Bar salaman sungkem, Kyai Hamid langsung mbisiki ning kupingku:

“Nak Masyhudi, mpun ngendikan sinten-sinten geh yen mantun kepanggih Syekh Hassan. Salam sampun kulo trami, alaika wa alaihis salam. Saestu lho geh mpun ngendikan sinten-sinten”

Kyai Masyhudi pun langsung tertawa saat bercerita itu, sedangkan saya makin ndomblong mendengar cerita beliau.

“Ya Allaaah, yo koyo ngunu kuwi waliyullah tenanan. Aku urung crito kok yo Kyai Hamid wis weruh disek” saut Kyai Masyhudi mengomentari cerita beliau.

Saya yang ndomblong pun hanya bisa berkata:

“Lha nopo Kyai Hamid panci natos dateng Baghdad, Yai?” tanya saya kepada beliau.

“Lha mangkane, awakmu tak omongi iki supoyo koe takon nyang abahmu. Takono, opo tau Kyai Hamid nyang Baghdad. Lha wong aku wis dipeseni Kyai Hamid supoyo ora pareng crito-crito kok. Dene saiki crito nyang awakmu kan sebab Kyai Hamid wis sedho. Yen aku sih ora yakin Kyai Hamid tau nyang Baghdad. Lamun hadiro (ke Baghdad) kuwi mung ruh lan tasyakkul jasade.”

“Lha kok saget Yai” tanya saya

“Lha waliyullah iku kan ono sing diparingi ilmu ‘fakkur ruh’ (ilmu membelah ruh) lan ilmu ‘thoyyul ardl’ (melipat bumi) karo Gusti Allah. Sehinggo biso hadir ning panggonan liyo lan bumi liyo ingdalem sak wayah kang podho. Mangkane takono wae nyang abahmu, opo tahu Kyai Hamid nyang Baghdad” saya pun yang penasaran dan berkecamuk pertanyaan hanya bisa jawab:

“Injeh Yai..” jawab saya kepada Kyai Masyhudi.

Sreeeeet _____

Lama setelah itu, saya pun bertemu dengan abah mertua saya, Kyai Idris Hamid. Hingga saya pun bertanya:

“Ngapunten abah, nopo abah natos mirsani menawi mbah Kyai Hamid meniko natos sering tindakan ten Baghdad saben tahun?” tanya saya. Dan beliau pun langsung menjawab

“Ora tau.. Sak ngertiku sih abah (kyai Abdul Hamid) ora tahu nang luar negeri kejobo nang Makkah kangge nglakoni haji. Lamun iyo yo ora saben tahun ngunu. Opo’o se?” tanya beliau kepada saya..

Fikiran dan perasaan saya pun langsung berkecamuk takjub mendengar jawaban itu. Dan saya tidak ada kata untuk menjawab beliau kecuali jawaban singkat.

“Mboten abah, namung tanglet kemawon..” sambil fikiran dan perasaan saya berkata:

“Ya Allah, subhanAllah.. La haula wala quwwata illa billaaah…”

Sreeeeet _____

Walhasil sering masyarakat kita di hari ini sudah kesulitan untuk menjelaskan apa itu waliyullah, apa makna ma’rifat billah, bagaimana hakikat akhlakul karimah hingga makna tawassul dan tabarruk. Maka biarlah cerita Kyai Hamid ini menjelaskan.

Intinya Kyai Hamid tidak mungkin akan menjadi waliyullah dan mendapat karomah ma’rifat billah tanpa menjaga keagungan akhlak sebagai manusia, menjauhi syuhroh (ketenaran) dan kegemaran beliau untuk selalu bertawassul dan bertabarruk kepada pemimpin para wali Allah, Syekh Abdul Qodir Jailani sebagai bagian kebutuhan mutlak dalam bersuluk thoriqot yang beliau jalani.

Dan itulah makna pesan Kyai Hamid kepada Gus Ali Masyhuri Tulangan yang disampaikan dengan bahasa kiasan “Lamun gak iso budal dewe, nunuto!”.

Artinya, jika tidak mampu untuk dekat kepada Allah sendiri, maka menumpanglah kepada orang yang dekat kepadaNya. Itulah makna tawassul dan tabarruk yang diajarkan Kyai Hamid kepada kita.

Sehingga jangankan menyebutkan dalam tawassul doa dan dzikir, Kyai Hamid saja tidak pernah absen untuk mengikuti haul Syekh Abdul Qodir al-Jailany di Baghdad, panutan beliau. Bagaimana dengan kita manusia biasa yang penuh dosa akibat maksiat selalu merasa paling baik dan benar ini?

Sreeeeet _____

Maka bagi teman-teman yang ingin bertawassul dan bertabarruk kepada Allahu Yarham Kyai Hamid Pasuruan, monggo diaturi untuk rawuh pada acara haul beliau Sabtu, 10 Desember 2016 mulai Subuh hingga siang.

Semoga kita mampu menjadi pribadi yang memiliki keagungan akhlak seperti beliau serta mendapatkan rahmat dan barokah dari Allah melalui keberkahan Beliau. Amin

Sunday, December 4, 2016

BIODATA RASULULLAH S.A.W

                        BIODATA RASULULLAH S.A.W


🖌 Nama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalibs bin Hashim.

🖌 Tarikh lahir : Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571
Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; sempena peristiwa tentera bergajah
Abrahah yang menyerang kota Kaabah)

🖌 Tempat lahir : Di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah.
🖌 Nama bapa : Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
🖌 Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf.
🖌 Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba
perempuan bapa Rasulullah SAW).
🖌 Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
🖌 Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Saadiah (lebih dikenali
Halimah As-Saadiah. Suaminya bernama Abu Kabsyah).

 USIA 5 TAHUN

💓 Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat
untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.

 USIA 6 TAHUN

💓 Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa '
(sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madina, baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapa Rasulullah SAW)
dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muttalib.

 USIA 8 TAHUN

💓 Datuknya, Abdul Muttalib pula meninggal dunia.
Baginda dipelihara pula oleh bapa saudaranya, Abu Talib.

 USIA 9 TAHUN (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).

💓Bersama bapa saudaranya, Abu Talib bermusafir ke Syam atas urusan
perniagaan.

💓Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendita Nasrani bernama Bahira
(Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang
pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa
itu.

 USIA 20 TAHUN

💓Terlibat dalam peperangan Fijar . Ibnu Hisyam di dalam kitab ' Sirah ' ,
jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah
14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan
berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

💓Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul ' ; perjanjian damai untuk memberi
pertolongan kepada orang yang dizalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN

💓Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah
binti Khuwailid Al-Asadiyah.

💓Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.

💓Baginda SAW bersama-sama Abu Talib dan beberapa orang bapa saudaranya
yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapa saudara Khadijah) untuk
meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

💓Mas kahwin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

 USIA 35 TAHUN

💓Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Kaabah.

💓Pembinaan semula Kaabah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk
Makkah.

💓Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ' Hajarul-Aswad ' ke
tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan
batu tersebut.

 USIA 40 TAHUN

💓Menerima wahyu di gua Hira ' sebagai perlantikan menjadi Nabi dan Rasul
akhir zaman.

USIA 53 TAHUN

💓Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Saidina Abu Bakar
Al-Siddiq.

💓Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal/ 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN

💓Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12
Rabiulawal tahun 11Hijrah/ 8 Jun 632 Masihi.

ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW

💚 Khadijah Binti Khuwailid.
💚Saudah Binti Zam'ah.
💚Aisyah Binti Abu Bakar (anak Saidina Abu Bakar).
💚Hafsah binti ' Umar (anak Saidina ' Umar bin Al-Khattab).
💚Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
💚Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
💚Zainab Binti Jahsy.
💚 Maimunah Binti Harith.
💚 Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
💚 Zainab Binti Khuzaimah (digelar ' Ummu Al-Masakin ' ; Ibu Orang Miskin).

ANAK-ANAK RASULULLAH SAW

1.💜 Qasim
2.💜Abdullah
3.💜 Ibrahim
4. 💜Zainab
5.💜 Ruqaiyah
6.💜Ummi Kalthum
7.💜Fatimah Al-Zahra '

ANAK TIRI RASULULLAH SAW

💙Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah al-Tamimi (anak kepada Saidatina
Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah,
Khadijah adalah seorang janda).

SAUDARA SESUSU RASULULLAH SAW

IBU SUSUAN/SAUDARA SUSUAN
1. Thuwaibah 1. Hamzah
2. Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad

SAUDARA SUSUAN
1. Halimah Al-Saidiyyah 1. Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Mutallib
2. Abdullah bin Harith bin Abdul ' Uzza
3. Syaima ' binti Harith bin Abdul ' Uzza
4. ' Aisyah binti Harith bin abdul ' Uzza

BAPA DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW
( ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTTALIB)

1. Al-Harith
2. Muqawwam
3. Zubair
4. Hamzah *
5. Al-Abbas *
6. Abu Talib
7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
8. Abdul Ka ' bah
9. Hijl
10. Dhirar
11. Umaimah
12. Al-Bidha (Ummu Hakim)
13. Atiqah ##
14. Arwa ##
15. Umaimah
16. Barrah
17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) *

* Sempat masuk Islam.
## Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.

Sabda Rasulullah SAW:
"Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku.  Dan sesiapa yang mencintai aku nescaya dia bersama-samaku di dalam
syurga" (Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه وسلم

Nabi Muhammad SAW - Manusia agong

 KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH

💓Begitu indahnya sifat fizikal
Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bersua
muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman dan mengaku akan kebenaran
apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:

💞 Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah saw..

💞Aku melihat cahaya dari lidahnya.

💞 Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari
terbit.

💞 Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.

💞Rasulullah umpama matahari yang bersinar.

💞 Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.

💞 Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.

💞 Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.

💞 Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.

💞 Wajahnya seperti bulan purnama.

💞 Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.

💞Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa
marah.

💞 Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.

💞 Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli
di bahagian sudut.

💞Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali
pertama kali melihatnya.

💞Mulut baginda sederhana luas dan cantik.

💞 Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.

💞Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.

💞Janggutnya penuh dan tebal menawan.

💞Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.

💞 Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.

💞Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.

💞Rambutnya sedikit ikal.

💞 Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah
bahu tapi disisir rapi.

💞 Rambutnya terbelah di tengah.

💞Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur
dari dada ke pusat.

💞Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya
lebih drpd biasa.

💞Seimbang antara kedua bahunya.

💞Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar
dan tersusun dgn cantik.

💞Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.

💞Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.

💞 Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.

💞Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.

💞Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan
putih.

💞Warna putihnya lebih banyak.

💞Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.

💞Warna kulitnya putih tapi sihat.

💞Kulitnya putih lagi bercahaya.

💞 Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kukuh.

💞 Badannya tidak gemuk.

💞Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran
sederhana lagi kacak.

💞 Perutnya tidak buncit.

💞 Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai
baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.

 KESIMPULANNYA :
Nabi Muhammad sa.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh
sepanjang zaman.

Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia.

Nota Kaki :
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk
mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencinta

Sunday, November 13, 2016

MUKIDI VS WAHABI

Guyonan yang mengena, Debat WAHABI dan MUKIDISuatu ketika, saat pulang dari Tahlilan, Mukidi ditegur oleh seorang Wahabi :
W : "dari mana pak Mukidi?"
M : "Aku pulang dari tahlilan"
W : "Jangan tahlilan, itu bid'ah, perbuatan jahiliyah"
M : "lah, jahiliyah apanya toh? bukankah Abu Lahab dan Abu Jahal yg gak tahlilan"
W : "Tahlilan itu tradisi hindu"
M : "kamu ngaco lagi, mana ada orang hindu baca surat yasin, bertasbih, berzikir, bershalawat.."
W : "tapi acara tahlilan ada dalilnya di kitab Weda"
M : "pantas saja kamu makin ngaco, nyari dalil kok di kitab weda, carilah di al Quran dan Hadits"
W : "tapi gak ada dalil tahlilan dalam al Quran dan hadits"
M : "kamu ngaco lagi, tahlilan itu bahasa Indonesia, ya jelas gak ada kata tahlilan dalam al quran dan hadits yg bahasa arab "
W : "Tapi mengirim pahala bacaan al Quran dalam tahlilan itugak bakal sampai "
M : "diterima atau tidak kiriman pahala itu urusan ALLAH bukan urusan kamu, sudahlah, daripada kamu ngaco, kamu  mati saja, nanti aku tahlilkan, kalau pahalanya gak sampai, ya kamu boleh balik lagi.."
W : "?#@%!"